Waspadai Faktor Penyebab Anak Kecanduan Gadget

Anda bisa mengajak anak untuk lari pagi atau bersepeda di hari libur, mengajak anak memasak bersama, atau berkunjung ke rumah saudara. Ketika melarang anak untuk melakukan suatu hal, lanjutnya, perlu memberikan pengertian kepada anak untuk memberikan gambaran akibat atau dampak apabila melakukan hal tersebut. Atau paling tidak, dirinya sebagai orang tua dapat memberikan opsi permainan atau kegiatan lain. “Contohnya kearin waktu di resort tiba-toba dia primary HP, aku bilangin mending major di luar, misalnya berenang,” lanjutnya.

Cara agar anak tidak kecanduan gadget

Belum semua daerah atau tempat tinggal tersedia arena, wadah, atau wahana bermain untuk anak-anak. Sehingga, orangtua harus memiliki cara lain agar anak tidak kecanduan gadget. Dengan demikian, pikirannya berkembang secara wajar dan normal. Namun perlu diketahui para orangtua, jika anak sudah kecanduan gadget akan sulit untuk terlepas.

Lemahnya kontrol dan ketegasan orang tua dalam mengatur anak dapat berakibat fatal. Menggunakan gadget tentu saja boleh dan dapat Anda pertimbangkan sebagai alat untuk mengasah kreativitas anak. Anda juga bisa mencoba belajar bersama anak dengan menggunakan gadget agar kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan dan bervariasi. Ketika pikiran mereka hanya fokus terhadap gadget, mereka akan melupakan sekelilingnya. Sedangkan interaksi sosial ketika masih kecil merupakan hal yang penting. Karena saat berinteraksi, anak dapat belajar untuk menyalurkan berbagai macam emosinya.

Bayak cara jitu yang dapat dilakukan orang tua, bahkan di waktu luang kesibukannya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan terutama bila anak Anda adalah tipe anak yang kecanduan mengakses konten-konten di dunia maya seperti game atau YouTube. Hal tersebut menandakan bahwa Anda harus mengajak Si Kecil berkonsultasi dengan dokter maupun psikolog. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan rekomendasi terbaik untuk mengatasi kecemasan dan kecanduan yang terjadi akibat gadget.

Untuk anak tidak jenuh, kamu bisa ajak ia untuk melakukan sejumlah kegiatan yang menyenangkan dan mengedukasi. Orang tua perlu membuka wawasan dan berdiskusi agar anak mengalami metakognitif, dalam artian mendapatkan manfaat lebih dari pengetahuan di era trendy. Selain itu, semua harus ada dalam proses pengawasan agar sesuai kadarnya dan tidak berlebihan. Ini juga membuka medium alternatif bagi anak untuk bisa belajar hal baru dan tumbuh dengan gadget akan mulai dipakainya mulai saat itu. Orang tua perlu mengarahkan anak kepada konten yang bersifat positif serta edukatif. Konten itu juga harus memiliki standar sesuai yang ditujukan untuk anak-anak.

Kerusakan yang diakibatkan di antaranya adalah paparan layargadgetyang merusak otak anak hingga akibat pada tumbuh kembang otak pada anak. Selain itu, anak juga akan mengalami kurang tidur sehingga kemampuan untuk fokus sangat rendah. Anak pun cenderung tidur di siang hari dan terjaga di malam hari.

Jangan sampai ayah bunda melarang anak untuk bermain gadget, tapi mereka sendiri masih terus menempel pada gadget. Menolak melakukan rutinitas sehari-hari dan lebih memilih sibuk dengan gadget. Disuruh tidur atau mandi pun tidak mau, apa lagi membantu orang tua. Kisah anak dari Palopo tersebut hanya satu dari sekian banyak cerita mengenai anak-anak yang kecanduan bermain gadget.

Di luar itu, orangtua juga harus menyiapkan kegiatan alternatif lainnya agar anak tidak bosan dan beralih ke gadget lagi. Maka tak heran jika anak Anda akan individualis mengurung diri di kamar bermain web. Maka dari itulah Anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan web di luar kebutuhan Anda. dr. Catharine mengatakan, seringkali orangtua tanpa sadar malah melibatkan anak dalam penggunaan gadget ketika mereka sedang bekerja.

Ketika mereka bermain, mereka akan mengenali apa yang dirasakannya ketika kalah atau menang. Secara tidak sadar, jiwa kompetisi mereka akan muncul sehingga memungkikan mereka untuk mengelola diri sendiri ketika berada dalam fase bersaing. Anda tidak perlu khawatir, gadget juga sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk mendukung perkembangan anak dalam belajar. Karenanya, mitos bahwa ‘gadget membuat anak egois’ sebenarnya tidak seratus persen benar. namun, ada hal yang harus diperhatikan orangtua saat menghabiskan waktu bersama anak-anak dirumah, yakni mengawasi anak dalam menggunakan gadget. Peran orangtua sangat penting agar anak tidak kecanduan gadget.

Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Sebenarnya, memperkenalkan anak pada gadget bukanlah hal yang selalu buruk, sebab mereka juga bisa mempelajari banyak hal disana. Orang tua ‘zaman now’ seringkali mengajak bermain anak dengan menggunakan gadget. Bahkan, gadget digunakan orangtua untuk menenangkan anak yang sedang rewel. Apalagi menurut Nessi, handphone itu bukanlah perangkat teknologi yang benar-benar tidak diperlukan oleh anak.