Dua Harimau Di Ragunan Positif Corona, Anak Buah Anies

Para ilmuwan telah menggunakan model komputasi dan mempelajari sel dan seluruh hewan untuk mengidentifikasi spesies yang paling rentan terinfeksi. Dalam laporan itu, varian cerpelai dapat menularkan kembali ke manusia melalui kontak dekat dengan cerpelai. Hasil awal menunjukkan bahwa varian cerpelai yang menginfeksi manusia memiliki sifat yang sama dengna varian lain dari virus covid-19. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzi Marsitawati, memastikan kedua harimau itu kini telah dinyatakan pulih meski masih dalam pemantauan atau observasi dari Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Distamhut Provinsi DKI Jakarta.

Suzi menyebut, dalam waktu sekitar 10 – 12 hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih. Kaltimtoday.co – Nadia, seekor harimau di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. KOMPAS.TV – Seekor harimau di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat, dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru.

Dua harimau positif terinfeksi covid

Jami mengatakan bahwa apabila mulai merasakan gejala sakit yang mengarah ke Covid-19, maka pemilik harus menggunakan masker saat berinteraksi dengan hewan peliharaan dan kalau bisa hanya kontak seperlunya saja. Sampel muntah dan feses dari kucing tersebut kemudian diperiksa di laboratorium kedokeran hewan dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat virus SARS-CoV-2 di kedua sampel ini. Fimela.com, Jakarta Dua harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan positif Covid-19. Pihak TMR melakukan PCR dan hasilnya kedua harimau dinyatakan positif terpapar Covid-19. Studi satwa liar sulit dilakukan, dan infeksi hewan belum menjadi prioritas bagi sebagian besar komunitas penelitian di dunia.

“Kalau sudah dites dan hasilnya positif, nanti ada karantinanya sendiri untuk hewan,” ujarnya. Suzi mengungkapkan dibutuhkan waktu hari pengobatan, hingga kondisi kedua satwa itu berangsur pulih dan sehat. Diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dua harimau yang bernama Hari dan Tino itu telah terinfeksi virus corona sejak 15 Juli lalu. Sebelumnya satu harimau di Taman Margasatwa Ragunan yang bernama Tino, usia 9 tahun, mengalami gejala sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan nafsu makannya menurun pada 9 Juli 2021. Tak lama, 2 hari kemudian harimau lain berusia 12 tahun bernama Hari mengalami gejala yang sama. SSaya tidak percaya,” kata direktur kebun binatang, Jim Breheny. Namun dia berharap temuan itu dapat berkontribusi pada perang international melawan virus corona yang menyebabkan COVID-19.

Suzi mengungkapkan, sejak terpapar Covid-19, dua harimau tersebut kesehatan menurun. Dalam perawatannya, diberi pengobatan seperti antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari. Sejak dimulainya gejala klinis yang dialami oleh 2 harimau tersebut telah dilakukan pengobatan oleh Distamhut. Mereka diberikan pengobatan seperti antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari. “Dan mengirimkannya ke Laboratorium Bioteknologi milik Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor. Ternyata hasil tes PCR menunjukkan Hari dan Tino positif COVID-19,” ungkapnya. [newline]”Tidak ada pilihan. Mereka harus isolasi. Diputuskan untuk isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Pasokan makanan dan obat dicukupi selama isolasi dan proses penyembuhan,” kata Anies lewat tulisannya di Instagram, Minggu (1/8).

Menggunakan masker saat mengajak hewan peliharaan keluar rumah untuk berjalan-jalan atau berinteraksi dengan kucing jalanan. Apabila hewan peliharanmu menunjukan gejala baru seperti kesulitan bernapas, segera hubungi dokter hewan untuk meminta perawatan lebih lanjut. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan dua harimau dinyatakan positif Covid-19 di Taman Margasatwa Ragunan. Judi Online Selang dua hari, satu harimau lagi bernama Hari yang berusia 12 tahun kesehatannya menurun dengan menunjukkan gejala yang sama dengan Tino. Harimau Sumatra yang diberi nama Hari dan Tino itu dinyatakan positif COVID-19 pada 15 Juli lalu. “Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan,” ujarnya.

Pihak WCS mengklaim telah memeriksa Nadia dengan sangat hati-hati sesuai dengan pengetahuan yang diperoleh mengenai virus corona. “Tindakan pencegahan yang tepat sekarang tersedia untuk semua staf yang merawat mereka, dan kucing-kucing lain di empat kebun binatang WCS kami, untuk mencegah paparan lebih lanjut dari kucing kebun binatang kami yang lain,” kata WCS. Para ahli juga menyebut bahwa wabah virus Corona di seluruh dunia karena penularan dari orang ke orang. “Untuk virus pernapasan yang sangat menular, penting untuk memperhatikan reservoir hewan,” kata Corey Casper, ahli vaksinasi dan kepala Institut Penelitian Penyakit Menular di Seattle, Amerika Serikat. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat. Menghindari interaksi terlalu dekat dengan hewan peliharaan sementara waktu, seperti mencium dan membiarkan hewan menjilat area tubuh yang berpotensi terpegang oleh tangan.