Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Penurut Dan Disiplin

Namun, apabila si kecil mengetahui kebohongan ini, maka dampaknya pada si kecil akan menjadi tidak baik. Anak-anak perlu mempelajari cara-cara terbaik untuk menghadapi perasaan seperti kesedihan, kekecewaan, frustasi, dan kecemasan. Orangtua harus mengajarkan tentang apa itu perasaan dan bagaimana cara terbaik untuk mengelola emosinya. Sehingga bisa mencegah buah hati melakukan kenakalan atau kesalahan. Tak jarang ia akan dengan sengaja melakukan kenakalan untuk mengetes apa hukuman yang mereka dapatkan kalau melanggar aturan tersebut. Namun tidak jarang anak melakukan kesalahan dan pada saat itulah orang tua harus tegas terhadap anak.

Ajarkan mereka untuk mengekspresikan keinginan dengan kata-kata yang santun dan positif. Tidak perlu dengan hadiah yang akan membuat anak berpikir menuntut karena selalu diberikan hadiah. Tidak perlu dimarahi yang akan membuat psychological sang anak semakin menciut, atau dibela yang akan membuat anak tidak takut apa – apa dan tidak mempunyai rasa hormat. Membiasakan anak-anak menghadiri kajian ilmu tentu mensyaratkan adanya kecintaan dari diri orang tua sendiri terhadap thalab al-‘ilm.

Jika anak membuat kesalahan, orang tua tidak lantas harus menghukumnya, biarkan anak melakukan kesalahan agar dia mampu belajar dari kesalahan. Sesudah itu, tugas orang tua untuk menyampaikan konsekuensi dari kesalahan yang dilakukan agar ke depan anak tidak mengulanginya lagi. Ketika telah membuat peraturan, orang tua juga harus konsisten dan tegas sehingga anak tidak memiliki celah untuk mencari alasan.

Cara agar anak patuh

Memasuki usia 2 tahun, si Kecil mulai belajar mandiri dan suka untuk melakukan banyak hal sendiri. Ibu pun bisa mengajarkan berbagai aktivitas dan membangun kreativitas si Kecil sambil bermain. Cara mendidik anak usia 2 tahun ini akan membuat proses belajar jadi terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Berhubungan dengan ideas pertama yaitu memberikan contoh yang baik bagi anak, cara mendidik anak selanjutnya agar anak menjadi penurut dan cerdas yaitu adalah mendengarkan apapun perkataan anak. Karena dengan membangun kebiasaan mendengar, anak akan ikut mendengarkan Mama. Untuk mendidik anak memang bukanlah hal yang mudah, karena setiap anak memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

Hal tersebut terkadang bisa terlihat sebagai sebuah tindakan yang kasar dan tidak sopan. Namun, sebenarnya keterusterangan buah hati itu sering kali dimaksudkan sebagai kejujuran tanpa kebencian. Di sisi lain, menggunakan bahasa yang kasar dan keras akan membuat si kecil akan menirukan hal tersebut dan menjadikannya semakin sering melakukan kenakalan. Kecemasan atau depresi juga bisa berkontribusi pada masalah perilaku si kecil. Seorang anak yang memiliki kecemasan mungkin akan menolak pergi ke sekolah karena merasa gugup.

Tetapi tentu Parent Pinters perlu memastikan buah hati Anda berada di bawah pengawasan orang dewasa lain yang bertanggung jawab. Parent Pinters tidak akan selalu ada untuk putra-putri Anda hingga mereka dewasa nanti. Jadi biarkan buah hati Anda belajar dengan melakukan kesalahan agar mampu mengoreksi dirinya sendiri. Dengan begitu mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di lain hari.

Jika perbuatan dan perilaku kita tidak sesuai dengan norma yang berlaku maka jangan heran jika anak anda bisa sangat nakal dan sulit diatur. Namun sayangnya, orang tua tidak memikirkan kemampuan si anak, apakah anak akan mampu untuk selalu mendapatkan nilai sempurna, apakah hal tersebut bisa mengganggu kesehatan psychological anak. Sebaik mungkin mother and father harus menghentikan kebiasaan tersebut dalam mendidik anak. Namun, orang tua lainnya, misalnya orang Asia di Amerika punya tujuan yang lebih besar, mereka ingin membuat anaknya memiliki perilaku patuh terhadap sesuatu. Sehingga hal tersebut membuat orang tua ‘terpaksa’ berbohong demi kepatuhan anaknya.