7 Ideas Mendidik Anak Agar Patuh Sejak Kecil, Nomor Four Paling Penting

Hal ini dapat berdampak pada perasaan anak, pada akhirnya anak merasa tersinggung dan berpikir bahwa anak tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk memutuskan pilihan personal hidupnya. Misalnya, Anda ingin si kecil rajin membereskan mainannya setelah bermain. Maka Anda kerap berbohong dan mengancam dengan mengatakan, apabila si kecil tidak membereskan mainannya, Anda akan membuang mainannya. Contoh lainnya, misalnya, ketika si kecil minta dibelikan mainan, tetapi Anda tidak ingin memberikannya dan berbohong kepadanya dengan mengatakan Anda tidak punya uang untuk membelinya. Alasan lainnya, ketika si kecil sedang menangis di mobil dan tidak berhenti. Anda mengatakan kepada si kecil, apabila ia tidak berhenti menangis, maka akan diturunkan dari mobil.

Cara agar anak patuh

Apabila perilaku anak mungkin terkesan nakal atau bandel, cobalah untuk menahan emosi Anda dan katakan dengan lembut serta bijaksana. Anak-anak perlu belajar cara-cara sehat menghadapi perasaan seperti kesedihan, kekecewaan, frustrasi, dan kecemasan. Ajari anak-anak tentang perasaan dan tunjukkan cara sehat mengelola emosi untuk mencegah mereka dari perilaku buruk. Saat memiliki kendali terhadap emosi, anak dapat menggunakan keterampilan tersebut mengatasi perasaan mereka. Sikap lembut tentunya akan lebih disukai bagi sang anak daripada sikap kasar yang diberikan oleh orang tua.

Sebagai orang tua yang baik, cobalah untuk melakukan pendekatan agar si anak mau bercerita. Di saat seperti itu Anda dituntut untuk menjadi pendengar yang baik dan mampu mendengarkan semua keluh dan kesah si kecil. Ini adalah kunci sukses dalam membangun rasa percaya diri sang anak. Tak sedikit orangtua yang menjadikan pukulan, tamparan, atau jeweran sebagai senjata untuk mendidik anak. “Akibatnya anak tidak bisa berpikir secara independen,” kata Elizabeth Gershoff pakar dibidang perkembangan anak dari Universitas Texas, Austin, AS. Bagaimana mungkin seorang anak mau mendengarkan perintah dan nasehat orangtua dan patuh pada semua perintahnya, jika orangtua mereka seringkali memberikan harapan atau janji palsu atas ucapannya.

Etika dan sopan santun sangat penting untuk diterapkan dalam hidup bersosialisasi. Dimulai dari hal yang mendasar dulu, yaitu mengucapkan ‘terima kasih’, ‘maaf’, dan ‘tolong’. Si Kecil juga harus diajarkan untuk menghormati semua orang, tidak hanya orang tua dan keluarga saja.

Tetapkan batas yang jelas dan tawarkan konsekuensi secara konsisten. Konsekuensi negatif setiap kali anak melanggar aturan akan membuat si kecil lebih patuh. Saatpertama kali masuk sekolah, hal-hal kecil seperti menyiapkan buku hingga mengenakan sepatu adalah rutinitas baru yang harus dijalani sikecil. Anda bisa bantu anak patuh mengenakan sepatu sendiri atau menyiapkan kotak bekalnya sendiri dengan memperhatikan bagaimana ia melakukannya.

Bukan hal mustahil jika mereka akan membalas rasa empati yang diberikan dengan keterbukaan terhadap masukan dan nasihat yang diterima. Ajak si Kecil untuk bermain bersama, contohnya seperti membaca buku atau aktivitas fisik seperti jalan-jalan santai. Selain itu, pelajari juga bagaimana cara ia bersosialisasi apabila sudah memasuki usia sekolah.