10 Tips Menjadi Orangtua Bahagia

Dorothy Einon, seorang paker perilaku anak di Inggirs mengatakan, anak tidak akan tantrum dengan orang yang tidak ia cintai. Tantrum digunakan anak untuk mencari perhatian, dan tantrum paling sering terjadi justru ketika bersama orangtuanya. Terkadang semakin orangtuanya sibuk atau sedang banyak kegiatan, anak semakin meminta perhatian orangtuanya dan salah satunya dengan perilaku Tantrum.

Tidak perlu olahraga berat, cukup lakukan senam di rumah atau lari-lari kecil sudah bisa meredakan rasa jenuh yang bisa memancing emosi. Ajak juga anak untuk berolahraga bersama agar seluruh anggota keluarga tetap terjaga kesehatannya dan terhindar dari rasa bosan karena tidak bisa pergi jalan-jalan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus memarahinya karena menjadi anak yang bandel, lho. Sebaliknya, anak yang temperamental membutuhkan bantuan orang tua untuk mengendalikan emosinya, terlebih jika si kecil masih balita. Berikut ini cara-cara menghadapi anak yang temperamental yang perlu Anda ikuti. Anak juga manusia biasa yang memiliki beragam emosi, mulai dari bahagia, sedih, atau bahkan marah.

Cara  mengkontrol emosi kepada anak

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari melampiaskan kekesalan pada anak dalam bentuk teriakan, terlebih hukuman fisik. Meminta bantuan kepada orang tua, mertua, atau pasangan sementara Ibu mengambil jam istirahat tentu bukanlah sesuatu yang salah. Justru hal tersebut baik agar Ibu tidak mudah ‘panas’ ketika menghadapi anak.

Luapan emosi ini cukup beragam dari merengek, menangis, menjerit-jerit, mengguling-gulingkan badan di lantai, dan kata-kata kasar. Bukan hal yang mudah untuk mengatasi anak-anak yang tantrum, namun tetap ada cara untuk mengatasinya dan kunci utamanya tentu saja dari orang dewasa di sekitarnya dan yang paling dekat adalah orang tua. Di usia ini, anak bisa saja “frustasi” karena adanya kesenjangan yang besar antara sesuatu yang ingin mereka lakukan dengan sesuatu yang baru bisa mereka lakukan di usia tersebut. Cara terbaik melatih kemampuan self management di usia ini adalah dengan mengalihkan perhatian mereka sebelum terjadi ledakan tantrum. Setelahnya, cobalah beri pengertian ada konsekuensi dari sebuah marah, lalu beri saran untuk menikmati waktu sendiri ketimbang membuat ulah.

Ada dua unsur yang kontradiktif dalam pengertian lembaga, pertama pengertian fisik materil, konkret, dan kedua pengertian secara nonfisik, non materil dan abstrak. Adanya dua versi pengertian lembaga dapat dimengerti karena lembaga ditinjau dari beberapa orang yang menggerakkannya, dan ditinjau dari aspek nonfisik lembaga merupakan suatu sistem yang berperan membantu mencapai tujuan. Adapun lembaga pendidikan Islam secara terminologi dapat diartikan suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam. Terakhir, tentang kurikulum yakni seluruh kegiatan yang dilakukan peserta didik baik di dalam maupun di luar sekolah asal kegiatan tersebut di bawah tanggung jawab guru/ pendidik.

Temper tantrum bisa diatasi bila orang tua benar dalam pola asuh karena tantrum adalah permasalahan tentang perilaku. Tingkatkan komunikasi antar anggota keluarga bisa meminimalisir permasalahan ini. Penyebab anak berperilaku meltdown dikarenakan mereka tidak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan sehingga anak berperilaku agresif. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu anak memahami dan mengungkapkan perasaan yang mereka rasakan dengan lembut.

Tentunya Anda ingin si kecil bisa lebih terbuka dengan sisi emosionalnya. Jadi, Mama dan Papa perlu mendukungnya untuk melupakan emosi sesekali dan menyalurkannya ke hal positif. Jangan mencapnya sebagai “pemarah” atau “cengeng” karena ini akan membuatnya merasa minder dan takut untuk terbuka dengan Anda.